Selasa, 20 Maret 2012

Jawaban SKU No 13

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, pada tanggal 10 November 2011, KBRI Berlin mengadakan acara tatap muka yang menghadirkan mantan Duta Besar RI di Singapura dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Jenderal (Pur) Luhut B. Panjaitan dan Mayrina Firdayati, Mahasiswa program Doktor pada Technische Universit├Ąt Hamburg, Harburg.

Acara yang bertemakan “Peran Pemuda Dalam Pembangunan Nasional“  tersebut dibuka oleh KUAI RI, Diah W. Rubianto dan dihadiri oleh wakil dari pelajar dan kelompok masyarakat Indonesia  di Berlin dan sekitarnya. Dalam sambutannya Diah menyatakan rasa senangnya atas partisipasi aktif para pelajar Indonesia dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh KBRI Berlin, seperti turut serta sebagai pengibar bendera dalam perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, maupun sebagai petugas upacara pada Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober maupun Hari Pahlawan yang baru saja diperingati pada tanggal 10 November. Hal ini menandakan tidak lunturnya rasa cinta pada bangsa, walaupun mereka jauh dari tanah air.

Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Luhut B. Panjaitan  yang tampil sebagai pembicara pertama, menceritakan perjalanan hidupnya, tantangan yang dihadapi dan menekankan pentingnya pemuda Indonesia berlaku jujur, disiplin dan memakai hati dalam bekerja. Luhut juga menjelaskan bahwa dalam Indonesia yang sedang membangun diperlukan generasi muda yang tangguh, harus bisa membuat keputusan yang berdasar dan mempunyai semangat pantang menyerah.

Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6-6,5%, para pemuda hendaknya dapat memanfaatkan kondisi Indonesia yang terus membaik tersebut. Disamping itu, Luhut menyatakan bahwa partisipasi langsung rakyat dalam pembangunan ekonomi diharapkan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan rasa ketidakpuasan, selain juga untuk membuktikan bahwa pembangunan dapat menyejahterakan rakyatnya. Luhut juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan level pendidikan yang baik, selain perhatian terhadap masalah keamanan dan stabilitas politik.

Sementara Mayrina Firdayati mengatakan bahwa Pemuda yang sesuai definisi UU No.40 tahun 2009 adalah yang berusia antara 16-30 tahun, merupakan usia produktif. Dalam UU tersebut, pembangunan pemuda ditujukan untuk mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan berkebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI. Walaupun cukup berat,  May, demikian panggilannya, optimis pemuda Indonesia dapat mencapainya. Tentunya semua tersebut dapat diwujudkan hanya jika generasi muda Indonesia mendapat dukungan sejak dini. Masalah kesehatan dan pendidikan adalah 2 hal yang digarisbawahi oleh Mayrina.

Pengajar di Institut Teknologi Bandung ini mengemukakan bahwa berdasarkan data penelitiannya pernikahan dini (pengantin dibawah 16 tahun) secara nasional mencapai seperempat, bahkan di suatu daerah ada yang mencapai 39,43%. Selain itu terdapat 70-80% kasus diare yang dialami balita serta dari 14.628 kasus HIV/AIDS terdapat 242 kasus menimpa anak berusia 15-19 tahun dan 4.884 kasus menimpa pemuda berusia 20-29 tahun. Di sektor pendidikan, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia masih sangat rendah, yaitu di bawah 20%. Mayrina juga prihatin dengan mahalnya biaya untuk menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi. Dengan kondisi tersebut, sulit diharapkan peran maksimal dari generasi muda Indonesia untuk ikut aktif membangun bangsa.

Menjawab pertanyaan dari salah seorang peserta, Luhut mengakui masih terdapatnya berbagai masalah yang dihadapi Pemerintah Indonesia. Masalah penegakan hukum, pemerataan, selain juga keamanan harus menjadi perhatian Pemerintah Indonesia.  Baik Luhut maupun Mayrina setuju bahwa kualitas pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan, pemerataan pendidikan yang berkualitas harus menggapai seluruh daerah Indonesia, sehingga diharapkan SDM Indonesia yang sebagian besar terdiri dari kaum muda  akan dapat mengisi pembangunan dengan baik selain juga dapat bersaing di tingkat global.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar