Selasa, 10 Januari 2012

Orientasi Kursus Mahir Dasar


       


BABAK PENGANTAR


BAHAN KURSUS 1 PENGANTAR


1.1.  Upacara Pembukaan Kursus
1.2.  Orientasi
1.3.  Dinamika kelompok 
1.4.  Pengembangan Sasaran Kursus


Up Ribbon: BAHAN KURSUS 1.1                                                                                        
UPACARA PEMBUKAAN KURSUS

I.            DASAR  PEMIKIRAN
1.    Peserta  Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) adalah para calon Pembina yang selama ini baik yang sudah membina maupun yang belum membina Satuan Pramuka.
2.    Kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu diawali dan diakhiri dengan Upacara Pembukaan dan Upacara Penutupan. Upacara ini bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan rasa cinta tanah air, jiwa persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, jiwa Pancasila, kedisiplinan dan kepedulian sosial.  Oleh karena itu di dalam penyelenggaraan Kursus pun diawali dengan Upacara Pembukaan dan diakhiri dengan Upacara Penutupan.

II.          TUJUAN
Meningkatkan kecintaan Peserta Kursus kepada tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa, penghayatan Pancasila, serta meningkatkan keteguhan  kesetiaan (commitment) terhadap Gerakan Pramuka.

 III.      SASARAN
Setelah mengikuti Upacara Pembukaan Kursus, Peserta diharapkan:
1.    meningkatnya rasa cinta tanah air, tanggung jawab dan disiplin pribadi,
2.    menghayati Satya dan Darma Pramuka,
3.    dapat memimpin dan dipimpin.

  1. SUSUNAN ACARA UPACARA PEMBUKAAN  KURSUS 
1.    Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
2.    Mengheningkan cipta
3.    Pembacaan Surat Keputusan Penyelenggaraan Kursus
4.    Laporan Kepala Lemdika/Ketua Panitia Penyelenggara
5.    Amanat (Keynote Address) Pembina Upacara, dilanjutkan Pernyataan Pembukaan Kursus.
6.    Penyerahan Tunggul Latihan.
7.    Penyematan Tanda Peserta.
8.    Hymne Satya Darma Pramuka
9.    Doa.

 V.          WAKTU  : 1 X 45  menit.

         
Up Ribbon: BAHAN KURSUS 1.2 

ORIENTASI  KURSUS


I.            DASAR  PEMIKIRAN
1.    Sebagai orang dewasa, Pembina Pramuka Peserta Kursus diasumsikan mempunyai banyak pengalaman, serta memiliki konsep diri yang dipercaya dan diyakini kebenarannya, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain. Oleh karena itu metode pembelajaran hendaknya dikemas sedemikian rupa agar memenuhi prinsip-prinsip komunikasi yang baik sehingga orang dewasa memperhatikan (awareness), tertarik (interest), mencoba (trial), menilai kecocokannya (evaluation), dan menganggap bahwa apa yang disajikan dalam kursus tersebut menjadi bagian dari diri dan kepentingannya (adoption).

2.    Membelajarkan orang dewasa tidak semudah seperti Guru mengajar murid di kelas.  Orang dewasa mau belajar bilamana :
a.    ada kemauan
b.    senang dengan materinya
c.    diperlukan dalam kehidupannya
d.    merasa diuntungkan

II.          TUJUAN
1.    Mengkondisikan para peserta kursus untuk siap mengikuti pembelajaran dalam kursus, dengan cara memberikan informasi-informasi yang sangat diperlukan bagi seseorang Pembina Pramuka dalam mengemban tugas-tugasnya dalam Pendidikan Kepramukaan.
2.    Memahami sistem kursus

 III.      SASARAN
Setelah mengikuti Orientasi, Peserta mampu :
1.    Membuka diri untuk dapat mengikuti dan menerima masukan-masukan baik dari Pelatih maupun dari sesama Peserta Kursus;    berperan aktif dalam proses pembelajaran; bekerja dan bergiat dalam kelompok pembelajaran dengan baik dan kompak;           berintegrasi secara positif pada semua kegiatan yang tersajikan dalam kursus.
2.    Memahami sistem kursus









In-put
1.    Pembina Gugusdepan, atau calon Pembina Gugusdepan.
2.    Orang Dewasa yang telah pernah menjadi anggota Pramuka baik Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega
3.    Andalan atau anggota Majelis Pembimbing yang berkeinginan menambah wawasan dan mendalami Pendidikan Kepramukaan.

Proses
Komponen Proses terdiri dari Pelatih, Panitia, Sarana-Prasarana, dan Materi Kursus yang terdiri dari 4 babak.
Babak Pengantar (Modul 1)
Babak Inti (Modul 2 s/d Modul 8)
Babak Pelengkap (Modul 9)
Babak Penutup (Modul 10)

Out-put
1.    Memahami AD & ART Gerakan Pramuka
2.    Memahami Struktur Organisasi Gerakan Pramuka
3.    Memahami Prinsip Dasar dan Metode Pendidikan Kepramukaan
4.    Memahami Gerakan Pramuka dan program pendididikan anggota muda.
5.    Memahami cara mengelola satuan secara umum
6.    Memahami cara membina Siaga, Penggalang, Penegak atau Pandega
7.    Memahami berbagai upacara baik Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega
8.    Mengetahui cara membentuk dan menyelenggarakan kegiatan forum Siaga, Penggalang, Penegak atau Pandega
9.    Mengetahui SKU/TKU; SKK/TKK untuk Siaga, Penggalang, Penegak atau Pandega, serta cara mengujinya.
10. Memahami berbagai keterampilan dasar latihan dan teknik Pendidikan Kepramukaan untuk golongan Siaga, Penggalang, Penegak atau Pandega
11. Mengetahui administrasi regu, satuan dan Gudep
12. Memahami peran dan fungsi Majelis Pembimbing
13. Dapat membuat program latihan sedikitnya selama satu tahun.


Outcome
1.   Menjadi Pembina Pramuka di Gugusdepan atau siap untuk membentuk Gugusdepan yang baru.
2.   Menjadi Pembina Pramuka Mahir yang dapat mengemban sistem nilai Gerakan Pramuka.
3.   Dapat menerapkan dan mengembangkan materi kecakapan atau keterampilan dasar yang disampaikan dalam kursus tersebut.

4.    MASA PENGEMBANGAN (NARA KARYA – 1)
a.    Aktif membina salah satu satuan Siaga, Penggalang,  Penegak, atau Pandega.
b.    Dapat memberi contoh penerapan nilai-nilai dan kecakapan bagi peserta didiknya.
c.    Dapat membuat program latihan secara berkesinambungan menurut prosedur yang ada dan dapat melaksanakan program tersebut dengan baik.
d.    Pembina Siaga sedikitnya dapat membentuk seorang Siaga Tata dengan lima TKK, Tiga orang Siaga Bantu dengan masing-masing tiga TKK, dan lima orang Siaga Mula dengan masing-masing satu TKK.
e.    Pembina Penggalang sedikitnya dapat membentuk seorang Penggalang Terap dengan lima TKK, tiga orang Penggalang Rakit dengan masing-masing tiga TKK, dan lima orang Penggalang Ramu dengan masing-masing satu TKK.
f.     Pembina Penegak, sedikitnya dapat membentuk seorang Penegak Laksana dengan lima TKK, dua orang Penegak Bantara dengan masing-masing tiga TKK, dan tiga orang Penegak yang telah menyelesaikan separuh SKU Penegak Bantara dengan masing-masing satu TKK.
g.    Pembina Pandega, sedikitnya dapat membentuk seorang Pandega dengan lima TKK, dua orang Pandega yang telah menyelesaikan 75% SKU Pandega dengan masing-masing tiga TKK, dan lima orang Pandega yang telah menyelesaikan 50% SKU Pandega dengan masing-masing satu TKK.

Kepadanya dapat diberikan Lencana Nara Karya I, dan diberi hak untuk mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan. 

  1. PELAKSANAAN  KURSUS  
1.    Orientasi Kursus diberikan oleh Kepala Pusdika atau Pemimpin Kursus/Ketua Tim Pelatih.
2.    Pendekatan Kursus
a.    Pendekatan Sistematis Pelatihan Anggota Dewasa (Andragogi).
b.    Proses belajar interaktif dan progressif (Progressive Interactional Learning Process).
3.    Evaluasi Kursus dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.  Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pra-test dan post test, sedangkan evaluasi kualitatif dilakukan oleh:
Pelatih terhadap peserta kursus
Peserta terhadap pelatih dan panitia
Peserta terhadap peserta

 V.          WAKTU  : 2 X 45  menit.

                                                                                  
Up Ribbon: BAHAN KURSUS 1.3 DINAMIKA  KELOMPOK

I.            DASAR  PEMIKIRAN
1.    Secara individu, peserta kursus telah memiliki bekal konsep diri dan pengalaman yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga ada kecenderungan kurang dapat bekerja sama dalam satu tim.
2.    Kecenderungan umum dari orang dewasa adalah menutup diri utamanya kekurangan mereka, dan lebih menojolkan kelebihan masing-masing.

II.          TUJUAN
Dinamika kelompok bertujuan membentuk kerja sama dalam kelompok sebagai "team building" dan "team work" yang kompak, agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

 III.      SASARAN
Setelah mengikuti kegiatan dinamika kelompok, Peserta mampu :
1.    membangun tim yang kompak dan saling membantu antar anggota yang satu dengan lainnya ;
2.    menciptakan kerja sama yang kompak dan serasi, sehingga kegiatan yang dibebankan pada kelompok dapat diatasi dengan mudah ;
3.    terciptanya persaudaraan antar anggota kelompok, saling mempercayai dan menghormati satu dengan lainnya.
4.    terciptanya proses pembentukan mulai dari  forming – storming – norming – performing 

  1. PELAKSANAAN  DINAMIKA KELOMPOK   
1.    Dinamika  Kelompok dikendalikan oleh  Tim Pelatih.
2.    Tim Pelatih menciptakan kegiatan bersama yang dapat mencairkan kebekuan peserta kursus, dengan permainan (game), nyanyian dan tarian bersama, atau cara perkenalan yang unik.
3.    Dalam suasana kebersamaan dan kegembiraan tersebut, selanjutnya Tim Pelatih secara acak membentuk kelompok-kelompok peserta yang akan merupakan satu tim kerja dalam proses pembelajaran yang berlangsung selama kursus. Setelah kelompok-kelompok terbentuk,  Tim Pelatih membagi diri sebagai pendamping kelompok.
4.    Di dalam kebersamaan tersebut, anggota kelompok saling memperkenalkan diri, saling membuka diri dengan cara menginformasikan kelemahan dan kelebihan masing-nasing, serta hal-hal yang disenangi dan tidak disenangi.
5.    Masing-masing kelompok menetapkan yel kelompok sebagai pertanda adanya kekompakkan dalam kelompok.

 V.          WAKTU  : 1 X 45  menit.
                                                                                             



Up Ribbon: BAHAN KURSUS 1.4 

PENGEMBANGAN SASARAN KURSUS

I.            DASAR  PEMIKIRAN
1.    Setiap peserta Kursus pasti mempunyai keinginan-keinginan tertentu yang ingin dicapai untuk kepentingan pengabdiannya, pekerjaan, atau kepentingan usahanya.

2.    Suatu kursus akan mendapat perhatian penuh dari peserta kursus bilamana kursus tersebut  dapat mengetahui apa saja yang diinginkan oleh peserta kursusnya.

II.          TUJUAN
Tujuan dari kegiatan pengembangan sasaran kuruss adalah untuk menampung sasaran yang ingin dicapai oleh para peserta kursus, sehingga sasaran kursus yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara dapat dipadukan dengan apa yang dikehendaki oleh peserta .

 III.      SASARAN
Setelah mengikuti kegiatan, Peserta mampu :
1.    melaksanakan semua kegiatan kursus dengan baik sesuai dengan apa yang mereka inginkan
2.    menyerap dengan senang hati materi-materi yang disajikan dalam kursus  
3.    mengikuti semua kegiatan pembelajaran yang interaktif positif dalam kelompok masing-masing

  1. PROSES  PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN SASARAN KURSUS.
1.    Pemimpin Kelompok didampingi Pelatih Pendamping kelompoknya, menghimpun sasaran yang ingin dicapai oleh anggota kelompok.
2.    Pemimpin Kelompok merumuskan sasaran apa saja yang diinginkan oleh kelompoknya.
3.    Pemimpin Kelompok mempresentasikan hasil rumusannya dan menyerahkan kepada Pemimpin Kursus.
4.    Pemimpin Kursus/Ketua Tim Pelatih dengan dibantu oleh para Pelatih Pendamping mengkompilasi semua sasaran yang diinginkan peserta dengan sasaran kursus yang direncanakan oleh penyelenggara.
5.    Hasil dari kompilasi tersebut diinformasikan kepada peserta.
6.    Bilamana dari pengembangan  sasaran kursus tersebut terdapat materi yang belum terencanakan, Pemimpin Kursus/Ketua Tim Pelatih akan mengupayakan agar semua sasaran yang  diinginkan dapat disajikan dalam Kursus tersebut.

 V.          WAKTU  : 1 X 45  menit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar