Rabu, 28 September 2011

Prosesi Adat Ambalan SMA N 8 Palu


SANDI AMBALAN/ RACANA

KEHORMATAN ITU SUCI

JAGA DIRI KARENA HARGA DIRI

BERBUDI LUHUR MENOLONG SESAMA

TAK KURANG AMAL KARENA KESUKARAN


SABDA PANDITA RATU

SATU KATA DALAM KEBENARAN

BERKETAPAN HATI SETIAP LANGKAH

PANTANG MENJILAT DAN MENYERAH


WIRA ADHI TARUNA

KSATRIA YANG SOPAN DAN PERWIRA

TAK KENAL STRATA DAN KASTA

MEMAPAH BAGI DUKA TANPA PAMRIH


BERSIAP UNTUK HIDUP DAN MATI DENGAN BAHAGIA

ITULAH KEHENDAK

DAN CITA CITA AMBALAN/ RACANA KITA

SEMOGA TUHAN MERACHMATINYA.

by : alisyahabana fenetiruma,S.Pd.I

.......................................................................................................................

Adat Ambalan di setiap Gugus Depan pastilah berbeda-beda. Berikut ini adalah contoh Adat Ambalan yang diambil dari Gugus Depan SMA Negeri 8 Palu .Adat Ambalan adalah suatu kegiatan yang telah menjadi kebiasaan di ambalan tersebut dan yang membuat berbeda dengan ambalan-ambalan lain tetapi masih mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Serta Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan Kepramukaan. Adat Ambalan dipelihara, dilestarikan, dan dirubah jika dalam keadaan diperlukan dan mendesak oleh Juru Adat Ambalan melalui Musyawarah Ambalan.· Selama menjadi Tamu Penegak / Tamu Ambalan peserta didik mempunyai kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang berlaku di ambalan MALONDA sebagai berikut :1. Pakaian Seragam Pramuka tamu Ambalan adalah Seragam Pramuka tanpa tanda pengenal lainnya, atau dapat menggunakan baju kaos berwarna hitam selama kegiatan sebagai peserta.2. Tamu Ambalan diwajibkan memakai pita warna merah di pergelangan tangan / jari atau tanda peserta dll dimaksudkan untuk membedakan dengan pramuka biasa ( Lain Ambalan/ bukan anggota Ambalan ), Tamu Ambalan dan anggota Ambalan

3. Berpakaian Pramuka setiap mengikuti Latihan Mingguan
4. Tamu Ambalan mampu menegakkan kedisiplinan dan wajib mentaati adat ambalan5. Wajib Berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap pertemuan latihan mingguan dalam setiap akhir bulan dalam pertemuan Latihan Mingguan Tamu Ambalan wajib berbahasa Sunda yang halus6. Setiap sangga beranggotakan 10 orang Tamu Ambalan7. Untuk Membentuk Solidaritas/ Kebersamaan antar sesama anggota sangga diberlakukan sistem sanksi berantai. Jika salah satu Anggota Sangga tidak hadir dalam pertemuan Latihan Mingguan Maka Anggota Sangga Lainnya dengan penuh kesadaran melaksanakan sangsi yang telah disepakati yaitu sanksi sesuai kesepakatan dalam aturan adat ambalan MALONDA Dalam perkembangannya sanksi ini berubah dari waktu ke waktu disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika dua orang tidak hadir maka sanksi di kali 2 dan seterusnya.· Pada latihan Lapangan tahap I yang ditempatkan dalam satu lokasi yang memiliki alam yang penuh tantangan, CTB mulai berangkat dari Sekolah dengan cara berjalan kaki ataupun kalau beruntung menumpang truk pasir. Istilah ini dulu dikenal dengan Bajing Luncat. Pada saat saat seperti itu terasa benar rasa kebersamaan ( Solidaritas ) antar sesama anggota CTB dengan Anggota DKA baik kelas XI atupun XII dan Juga Alumnus. Tidak ada salah satu diantara mereka yang dengan sengaja naik kendaraan pribadi ataupun naik kendaraan umum, Semangat KORSA ( Koordinasi Kebersamaan ) tetap terjaga dengan mereka berangkat dan tiba di lokasi secara bersama-sama.· Anggota CTB ini yang berpakaian seragam warna hitam dan celana loreng ( Mulai tahun 1998 celana loreng diganti dengan celana pramuka untuk lebih mengidentikkan dengan kegiatan Pramuka ).dan bersepatu sepatu Jungle· Bagi anggota CTB yang telah berhasil melaksanakan beberapa materi uji seperti Navigasi ( pemetaan dan kompas ), Survival, Bivak, dan turun tebing akan mendapatkan tanda penghargaan berupa kitri tunggal serta pin ambalan dan pengesahan penggunaan syal untuk Pakaian Dinas Lapangan yang dikenakan pada saat latihan lapangan. Pada perkembangannya sekarang ini, pengesahan penggunaan syal diadakan acara khusus yang dikenal dengan Pelantikan syal, dan penggunaannya pun tidak hanya pada Pakaian Dinas Lapangan, Tetapi juga pada Pakaian Dinas Harian yang sebetulnya tidak sesuai dengan PP Tanda Pengenal dan Tanda Satuan Gerakan Pramuka yang diterbitkan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kwartir Nasional· Pengujian Syarat Kecakapan Umum ( SKU ) 95 % dari Jumlah Nomor SKU keseluruhan ( ± 25 No.SKU ). Dengan penguji Dewan Kerja Ambalan Kelas XI dan XII dan pengesahannya dilakukan oleh Dewan Pembina· CTB tidak diperkenankan membawa uang dalam jumlah banyak, juga tidak diperkenankan membawa perbekalan makanan dan perhiasan yang berlebihan karena akan mengakibatkan kecemburuan sosial, juga tidak mencerminkan Dasa Dharma ke-7 Hemat Cermat Dan Bersahaja.· Pada tahap III ini, CTB hanya diperkenankan membawa 1 botol air putih, 1 botol besar air gula merah/ teh manis, sepotong gula merah, sepotong kelapa, sepotong singkong / ubi mentah dan tempe mentah yang dikalungkan dileher mereka. Sementara isi Ransel hanya terdiri dari pakaian bersih, ponco dan alat sholat serta satu plastik pasir dan dua buah batu-bata.· jika anggota PAS dan DP yang baret atau Boni nya terjatuh baik disengaja ataupun tidak maka dengan penuh kesadaran mereka akan melakukan hukuman 1 seri ( Hal ini juga berlaku pada Kacu dan setangan leher yang terjatuh )· CTB / Bantara bersalaman dengan cara :a. Untuk Putra Tangan kiri menyalami CTB, tangan kanan menepuk pipib. Untuk putri tangan Kiri menyalami CTB tangan kanan menepuk pundak kananc. Adat ambalan tersebut berlaku sampai tahun 1999, karena terjadi penyalahgunaan dan kekurangpahaman memaknai kata menepuk pipi hingga pada pelaksanaannya adalah bukan menepuk tetapi menampar.d. Adat Ambalan yang berlaku hasil Revisi Dewan Pembina tahun 2000 adalah Tangan kanan menyalami dan saling mengepal, tangan kiri menepuk pundak sambil memberi semangat· Jika Angota PAS dan DP berpapasan, mereka harus mengucapkan salam dan meneriakan sandi perjalanan· Selama di perjalanan Pelantikan TKU mereka harus melewati berbagai pos dengan materi pengetahuan umum, dan kepramukaan . Untuk fisik dan mental mereka akan di uji permasalahan di perjalanan dan Anggota CTB dituntut harus mampu memecahkan permasalahan tersebut, dengan pikiran jernih dan dewasa.· CTB yang telah mendapatkan TKU segera memberikan kode kepada DKA dengan meneriakan “ PAS / DP, Siap !!!! “· Sidang Ambalan dalam Pelantikan TKU dengan teknik Classical maupun Per Sangga. Sidang ini dipimpin oleh Mabigus / Dewan Pembina / Alumnus atau orang yang berkompeten. DKA kelas XII bertugas untuk mengantarkan CTB dan berfungsi sebagai pendamping.· Setiap Bulan Ramadahan mengadakan acara Anjang Sana dengan berbuaka puasa bersama Dewan Pembina, CTB, DKA Kelas XI dan XII serta Alumnus· Setiap malam 14 Agustus mengadakan acara Renungan Kebersamaan yang dihadiri oleh Dewan Pembina, CTB, DKA Kelas XI dan XII serta Alumnus· Pemasangan Pita Kuning di pangkal lengan kiri ( putra ) dan di dada sebelah kanan ( putri ) pada anggota Calon Tingkat Bantara· Pakaian pada setiap pelantikan baju warna hitam dan celana pramuka. Diwajibkan memakai sepatu jungle ( putra ), sepatu kets hitam ( putri )· Membuat webing dari tambang dadung, yang berfungsi buat menyangga beban tas yang dibawa saat pelantikan.· Pemakaian Syal pada Pakaian Dinas Lapangan· Pemberian Kitri Tunggal dan pin ambalan kepada Anggota CTB yang telah mengiktui Kegiatan Lapangan Tahap II· Membasuh muka dengan air Kembang pada saat Pelantikan· Penggunaan Kapak bermata dua sebagai Mustika Ambalan· Sandi Ambalan· Mars AmbalanAdat Ambalan ini di Syahkan pada tanggal 14 Agustus 1993Juru Adat Ambalan MALONDA SMA Negeri 8 Palu


by : alisyahabana fenetiruma,S.Pd.I


.......................................................................................................................................................


Adat Ambalan

Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana.Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka.MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA.1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/ racana yaitu melalui musyawarah ambalan.2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia menerima sangsi.3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin., patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju.4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan :Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara.Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll.Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan pemberian pusaka ini harus disertai maknanya.Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh :- Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir terlebih dahulu,- Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja.- Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan mengambil sikap/ gerakan tertentu.
Pada hakekatnya Adat ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan ciri khas kehidupan di lingkungan ambalan/ racana.

by : alisyahbana fenetiruma,S.Pd.I
.............................................................................................................

Pramuka Penegak

Tingkatan dalam Pramuka PenegakPenegak adalah anggota gerakan Pramuka yang sudah memasuki jenjang umur 16 sampai 21 tahun.Ada beberapa tingkatan dalam Penegak yaitu :• Penegak bantara• Penegak laksana• penegakdimana tingkatan tersebut penegak laksana ialah tingkatan tertinggi dalam Golongan Penegak.SatuanSatuan terkecil Pramuka Penegak disebut Sangga yang terdiri atas 7 sampai 10 orang Penegak. Sangga dipimpin salah seorang Penegak yang disebut Pimpinan Sangga (Pinsang). Setiap 4 Sangga dihimpun dalam sebuah Ambalan, yang dipimpin Pradana. Didalam Ambalan terdapat struktur organisasi yang lengkap misal : Kerani (juru tulis), Juang (Juru Uang), Juru Adat atau Pemangku Adat dan Anggota. Setiap Ambalan mempunyai nama yang bermacam-macam, bisa nama pahlawan, tokoh pewayangan dan lain sebagainya. Contohnya adalah nama Ambalan SMA Negeri 1 Purwokerto adalah "Pandawa" (Ambalan Putra) dan "Srikandi" (Ambalan Putri).Kode KehormatanKode Kehormatan untuk Pramuka Penegak terdiri atas Satya(janji) dan Ketentuan Moral (Dharma)Janji Pramuka Penegak disebut Trisatya. Bunyi Trisatya Pramuka Penegak berbeda dengan Trisatya Penggalang. Berikut bunyi Trisatya Penegak:TrisatyaDemi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan negara kesatuan Republik Indonesia, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.Ketentuan Moral Pramuka penegak disebut Dasa Dharma. Berikut isi Dasa Dharma Penegak:DASA DHARMA1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia3. Patriot yang sopan dan ksatria4. rela menolong dan tabah5. patuh dan suka bermusyawarah6. Rajin, trampil dan gembira7. Hemat cermat dan bersahaja8. Disiplin, berani dan setia9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatanKegiatan-kegiatan PenegakKegiatan Pramuka Penegak adalah perwujudan dari sumpah di atas. Berikut ini acara-acara pertemuan Penegak:• Lompat Tali (Kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Ambalan)• Pelantikan penegak, Penegak Bantara & Laksana• Gladian Pimpinan Sangga (DIANPINSA)• Raimuna (Rover Moot)• Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp)• Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi merupakan acara Satuan Karya)Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI)Lain-lain• Bentuk barisan upacara Pramuka penegak adalah Perlombaan dimana Pinsa berada disamping kanan barisan dan anggotanya berbaris seperti umumnya(berbanjar)
• Pramuka Penegak selain aktif di Ambalannya masing-masing juga dapat bergabung dalam Satuan Karya Pramuka (Saka) semisal Saka Bhayangkara (diselenggarakan oleh Polri), Saka Wanabhakti (diselenggarakan oleh Perhutani) dan lainnya.

by :alisyahbana fenetiruma,S.Pd.I
.......................................................................................................................




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar